TASIKMALAYA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Idrisiyyah resmi membuka rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026/2027 melalui agenda Pembekalan Mahasiswa yang digelar di Ruang Pertemuan STAI, Kamis (24/9/2026).
Mengusung tema "Inovasi dan Pemberdayaan untuk Masyarakat Produktif", kegiatan ini menjadi langkah awal persiapan bagi puluhan mahasantri dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah sebelum diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.
Selama masa KKN, para peserta ditargetkan memenuhi total beban kegiatan sebanyak 150 jam. Mereka akan tersebar di beberapa desa di wilayah Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya—seperti Desa Cibeber, Kamulyan, dan Margahayu—untuk mengabdi sekaligus memetakan potensi lokal.
Untuk memantapkan kesiapan di lapangan, pembekalan ini menghadirkan tiga pemateri yang mengupas tuntas berbagai aspek krusial pengabdian:
Makna KKN dan Esensi Pemberdayaan (oleh Utep Ahmad Zulfiqor, M.Pd.), menanamkan pemahaman dasar bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan SKS, melainkan proses belajar dua arah bersama warga.
Strategi Pemetaan Program Kerja Desa (oleh Asep Darmawan, M.M.), memberikan panduan teknis merancang program berbasis kebutuhan riil masyarakat setempat.
Etika, Adaptasi, dan Manajemen Lapangan (oleh Han Han Burhani, M.Ag.), membekali mahasantri dengan tata krama sosial, aturan pemondokan, hingga strategi integrasi dengan tokoh masyarakat.
Ketua Pelaksana KKN STAI Idrisiyyah menegaskan, pembekalan ini krusial agar program kerja yang dibawa mahasiswa nantinya benar-benar relevan, dapat berdampak jangka panjang, serta mampu menggerakkan kemandirian ekonomi dan sosial warga desa.
Melalui persiapan matang ini, para mahasantri diharapkan tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi mampu menjadi pemicu lahirnya inovasi desa yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Postingan Terkait
AKADEMIK